Month: May 2010

apartemen

Budaya Hidup di Apartemen

apartemen1

Kemacetan lalu lintas kota besar seperti Jakarta, Surabaya makin menggila. Betapa nyamannya bila kantor dan rumah berada di satu wilayah. Bebas macet, sehingga hemat waktu, energi, plus BBM saat berangkat dan pulang bekerja. Lebih asyik lagi bila sudah lokasinya di dalam kota, dilengkapi dengan fasilitas lengkap. Mulai dari pasar swalayan, taman bermain anak, kolam renang, pusat kebugaran, hingga lapangan tenis.

interior apartemen

Nah, kenyamanan itulah yang kini dikejar oleh kalangan muda serta pasangan muda kota besar, seperti Jakarta. Dan, tampaknya, apartemen di jantung kota merupakan jawabannya.

Tinggal di apartemen memang mulai menjadi gaya hidup masyarakat kota. Namun, sudah siapkah masyarakat kita dengan tuntutan pola hidup apartemen: ruang gerak terbatas, serba praktis, dan mesti memiliki toleransi tinggi?

TELITI SEBELUM MENGHUNI

  • Pilih apartemen yang dibangun oleh pengembang tepercaya.
  • Jangan tergoda tawaran fasilitas umum yang berlebihan, lebih baik tanyakan secara detail mengenai sistem keamanan, ketersediaan alat deteksi kebakaran, generator cadangan, serta tempat parkir yang memadai.
  • Status kepemilikan apartemen adalah HGB (hak guna bangunan). Teliti surat kepemilikan, agar tidak bermasalah di kemudian hari.
  • Pilih apartemen di lokasi yang aksesnya ke mana pun mudah,terutama akses2 ke tempat-tempat yang biasanya sering anda kunjungi.
  • Ketahui terlebih dulu kalangan mayoritas penghuni apartemen, untuk mengetahui apakah gaya hidup mereka sesuai dengan gaya hidup Anda.
  • Meski di apartemen bebas banjir, bagaimana dengan lingkungan di sekitarnya? Bila ternyata banjir, ini akan menyulitkan Anda keluar-masuk lingkungan apartemen.

ADA ETIKANYA

  • Unit apartemen dilarang digunakan sebagai kantor atau fungsi komersial.
  • Menjaga kebersihan tempat tinggal maupun fasilitas umum.
  • Sebaiknya tidak membawa benda fasilitas umum milik apartemen untuk kepentingan pribadi.
  • Mencuci mobil tidak bisa di sembarang tempat, harus di tempat yang sudah ditentukan.
  • Saling bertoleransi, dan tidak mengganggu ketenangan penghuni apartemen lain.
  • Pertimbangkan volume suara bicara ataupun saat memutar musik, agar tidak mengganggu tetangga.
  • Hindari masakan dengan aroma tajam, seperti membakar terasi atau menggoreng ikan asin, karena ini dapat membuat penghuni lain merasa terganggu.
  • Bila ingin memelihara binatang kesayangan, sebaiknya minta izin kepada pengelola apartemen. (sumber : http://www.femina-online.com/issue/issue_detail.asp?id=85&cid=2&views=95)

Pencarian dari Google:

ruang tidur

MERANCANG RUANG TIDUR

oleh : admin

ruang tidur

Ruang tidur merupakan suatu ruangan yang bisa dikatakan paling privat di antara seluruh ruangan dalam suatu rumah, yang mewadahi segala kegiatan kita, mulai dari beristirahat, membaca, menonton tv, belajar sampai bekerja.

Jadi selayaknya kamar mendapatkan sentuhan yang “benar” dalam perancangannnya. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan merancang ruang tidur :.

  1. GAYA yang diingini oleh pemakainya : klasik, minimalis, country  ataukah apa. Ini sebaiknya serasi dengan gaya desaian keseluruhan rumah. Gaya desain ini berkaitan dengan pewarnaan ruangan itu, memakai warna yang dominant monokromatik untuk minimalis, warna dominant putih dan emas untuk gaya klasik yang mewah, warna coklat dan domonasi kayu untuk gaya country, dll. Warna ruangan ini didapatkan dari warna dinding / plafon, sedangkan warna dinding/plafon ini didapatkan dari wallpaper/ cat, disesuaikan dengan gaya ruangan.
  2. PENCAHAYAAN /PENGHAWAAN : Sebaiknya menggunakan pencahayaan alami dari jendela (bukaan) yang berhubungan langsung dengan luar, sehingga memungkinkan udara segar dan cahaya matahari bebas masuk di pagi hari. Sedangkan untuk pencahayaan buatan (lampu),, sebaiknya ada 1 lampu sebagai penerangan ruangan secara keseluruhan, lampu utama ini tidak difungsikan pada saat tidur. Pada saat tidur menggunakan lampu tidur, yang posisinya di sisi belakang posisi kepala waktu tidur, lebih baik lagi menggunakan dimmer (pengatur gelap-terang cahaya lampu).
  3. PERABOT / FURNITUR : Perabot ini berkaitan erat dengan aktivitas sehari-hari kita, dan siapa yang menggunakan ruang tidur itu. Misalkan begini : untuk pemilihan tempat tidur / ranjang, kita membutuhkan ranjang ukuran dobel (untuk 2 orang), bila ruang tidur kita berukuran terbatas, sebaiknya memilih ranjang dobel yang berukuran 160X200, bukan memilih yang 200X200. Selisih 40cm, tapi itu sangat berarti bagi ruangan yang terbatas, tanpa mengurangi fungsi perabot tersebut.
  4. RUANG GERAK : Area untuk sirkulasi / ruang gerak tidak bisa tidak diabaikan, misalkan : perletakan suatu lemari di salah satu sisi dinding kamar, perhatikan juga area untuk buka pintu lemari. Ada suatu cara sederhana untuk menge”pas”kan perabot dan ruang gerak dengan membuat potongan-potongan kertas sesuai skalanya, misalnya potongan kertas 1.6cm X 2cm untuk tempat tidur ukuran 160cm X 200cm. Sebelum pindah-pindah perabot, pindahin dulu kertas-kertas itu ditempat yang pas, nah setelah itu baru mindahin perabot yang beneran.
  5. ELEKTRIKAL: Terutama stop kontak dan saklar rancanglah untuk dipasang ditempat yang aman dan rapi, terutama bila ada pengguna anak-anak. Aman disini diartikan aman dari jangkauan anak-anak, umumnya dengan tinggi sekitar 140cm di atas lantai. Rapi disini diartikan tidak ada kabel yang bersliweran karena pemasangan stop kontak yang tidak pada tempat yang tepat. Perancangan pemasangan elektrikal ini sejalan dengan penempatan perabot-perabot di ruangan tersebut, tidak dirancang sendiri-sendiri.

Tidak sulit ‘kan?..namun apabila setelah mencoba masih ada pertanyaan, hubungi saya.

Oya, ini juga mau saya infokan bila mau lihat-lihat ada wallpaper dinding kamar  anak-anak yang atraktif, mampir di :

http://www.amazon.com/gp/product/B001HA1N4E?ie=UTF8&tag=cheapvacatioi-20&linkCode=as2&camp=1789&creative=390957&creativeASIN=B001HA1N4E

================================================================

Pencarian dari Google: