Month: April 2010

surat tanah

RUMAH / TANAH ANDA BER’SURAT’ APA?

Sumber : Astudioarchitect

sertifikat

Setiap orang yang memiliki tanah atau rumah tentunya ingin mendapatkan kepastian hukum untuk tanah yang dimilikinya. Akan sangat berguna untuk mengetahui berbagai status tanah/ lahan, misalnya bila kita akan membeli sebuah property tanah atau rumah. Demikian pula saat akan membangun rumah, tentunya diperlukan IMB. Untuk mengurus IMB, harus ada sertifikat tanahnya, entah SHM atau SHGB. Terdapat beberapa macam status tanah, sebelum membeli, pastikan kita mengerti status tanah tersebut agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Masalah yang bisa terjadi berkaitan dengan status tanah adalah; setelah terjadi pembelian, ternyata status tanah berbeda dari yang disebutkan oleh penjual. Cara untuk mengetahui status tanah, salah satunya adalah dengan meminta bantuan notaris/PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) untuk mengecek status tanah tersebut. Adalah langkah bijak untuk mengetahui lebih dahulu status tanah meskipun kita harus mengeluarkan dana untuk menyewa jasa notaris.
Mari kita mengenal berbagai surat dan sertifikat tanah.

Girik.
Girik sebenarnya bukan sertifikat, tapi adalah surat tanda pembayaran pajak atas lahan, yang merupakan bukti bahwa seseorang menguasai sebidang tanah tersebut. Girik tidak kuat status hukumnya seperti sertifikat, tetapi girik bisa dijadikan dasar untuk membuat sertifikat tanah.

Sertifikat Hak Milik (SHM)
Sertifikat Hak Milik adalah jenis sertifikat yang pemiliknya memiliki hak penuh atas kepemilikan tanah pada kawasan dengan luas tertentu yang telah disebutkan dalam sertifikat tersebut [wikipedia]. Status SHM adalah status yang paling kuat untuk kepemilikan lahan karena disini, lahan sudah menjadi milik seseorang tanpa campur tangan ataupun kemungkinan pemilikan pihak lain. Status Hak Milik juga tidak terbatas waktunya seperti Sertifikat hak Guna Bangunan. Melalui sertifikat ini, pemilik bisa menggunakannya sebagai bukti kuat atas kepemilikan tanah, dengan kata lain, bila terjadi masalah, maka nama yang tercantum dalam SHM adalah pemilik sah berdasarkan hukum. Sertifikat Hak Milik juga bisa menjadi alat yang kuat untuk transaksi jual beli, atau juga jaminan kredit. Proses mendapatkan sertifikat tanah melalui notaris/PPAT agar diuruskan ke BPN, dimana notaris lebih mengetahui seluk beluk dan syarat pembuatan seritifikat tanah. Syarat masing-masing berbeda bila tanah tersebut tanah hibah atau jual beli, tanah adat, tanah lelang, dan sebagainya.

Sertifikat Hak Guna
Sertifikat Hak Guna Bangunan adalah jenis sertifikat dimana pemegang sertifikat hanya bisa memanfaatkan tanah tersebut baik untuk mendirikan bangunan atau untuk keperluan lain, sedang kepemilikan tanah adalah milik negara. Sertifikat Hak Guna Bangunan mempunyai batas waktu tertentu misalnya 20 tahun. Setelah melewati batas 20 tahun, maka pemegang sertifikat harus mengurus perpanjangan SHGB-nya. Berbeda dengan Sertifikat Hak Milik yang kepemilikannya hanya untuk WNI..
Sertifikat Hak guna ini bisa digunakan untuk batas 20 tahun yang bisa diperpanjang lagi.

Pencarian dari Google:

gorden

GORDEN ITU MAHAL ATAU TIDAK YA?

Oleh : admin

gorden

Ketika kita membutuhkan gorden, kita tentunya ingin tau cara mengukurnya, setidak-tidaknya kita ingin tau berapa biaya yang harus kita keluarkan.

Misalnya kita ingin membuat gorden untuk jendela ukuran panjang 1,8 m dengan tinggi 2,5 m. Sedangkan lebar bahan kain gorden adalah 1,4 m.

Diketahui data-data sebagai berikut :

  • Harga gorden lebar 1.4m berkisar                  Rp 100.000,-/m.
  • Harga vitrase berkisar                                     Rp 70.000,-/m
  • Dengan biaya accessories +-                                    Rp 200.000,-/set
  • Batang ril alumunium +-                                 Rp. 45.000,-/m.
  • Dengan lebar jendela 1,8 m, maka lebihkan setiap sisinya sebesar 10 cm. Sehingga ukuran lebar yang harus tertutup gorden yang diperlukan selebar 2m.
    Sedangkan tingginya yang harus tertutup gorden
    = 2,5 m + 0.5m (mengantisipasi lipatan bahan) = 3m

Kebutuhan bahan gorden =

(A) (Sisi lebar (2m) X 2 ) : lebar bahan = (2 X 2) : 1.4 = 2.86 ~ 3
(B) Tinggi kebutuhan gorden = 3m
Jadi kebutuhan bahan gorden yang lebar kainnya 1.4m
= (A) X (B) = 3 X 3m = 9 m

Dari data-data di atas, berapa sih biayanya?

Biaya GORDEN          = panjang bahan dibutuhkan x Rp 100.000,-/m

= 9 m x Rp 100.000,-/m          = Rp 900.000,-

Biaya RIL alm              = panjang bahan dibutuhkan x Rp 45.000,-/m

= 2 m x Rp 40.000,-/m            = Rp. 90.000.-

Biaya VITRASE           = panjang bahan yang dibutuhkan x Rp 70.000,-/m

= 9 m x Rp 70.000,-/m            = Rp.630.000,-

(Cara perhitungan bahan Vitrase = bahan Gorden)

Biaya AKSESORIS                                                     = Rp. 200.000,-

Biaya TOTAL                                                              = Rp. 1.820.000,-

Perkiraan biaya Rp.1.820.000,- itulah yang harus dikeluarkan untuk jendela dengan ukuran seperti contoh diatas.

Pencarian dari Google:

wall paper

HITUNG JUMLAH ROLL WALLPAPER

Oleh : admin

Sebenarnya cara perhitungan kebutuhan wallpaper ini sederhana, namun  tetap saya informasikan dalam situs ini, agar semakin memudahkan anda jika membutuhkan perhitungan wallpaper ini.

Saya ambil contoh untuk suatu bidang dinding dengan panjang = 8 m, tinggi = 4m, berapa rol wallpaper sih kebutuhannya?…ini hitung-hitungannya :

  • Hitung LUAS dinding = 8m X 4m = 32 m2
  • Diketahui 1 roll wallpaper = 0.53 X 10 m = 5.3m2 (pada umumnya 1 roll wall paper ukuran 0.5-0.55 X 10m)
    jadi wall paper yang diperlukan =  32m2 : 5.3m2 = 6.04 rol
  • Kebutuhannya = 6.04 rol, dibulatkan menjadi 7 rol.
  • Cadangan 10% = 7 rol + 10% = 7.7 rol, pembulatan 8 rol.

Dengan membeli total 8 rol, kita sudah tidak perlu lagi kuatir kekurangan pada saat ada kesalahan pasang dll.

Pencarian dari Google:

AC

BUTUH AC  BERAPA PK  YA???

Oleh : admin

Pada saat kita akan membeli unit AC (Air Conditioner) untuk ruangan di rumah kita, terutama kita yang masih awam, akan bingung menentukan berapa PK sih ukuran yang dibutuhkan untuk ruangan saya, agar nantinya “pas” tidak berlebihan.

Untuk ukuran ruang tidur dengan luas = 3m X 5m = 15m2, ini caranya untuk mencari tahu perkiraan mendekati ukuran PK yang dibutuhkan untuk AC ang akan kita beli :

  • Kalikan LUAS ruangan dengan koefisien BTU (British Thermal Unit)
    = 15 X 500 BTU = 7500 BTU
    Jadi kapasitas AC yang kita perlukan = 7500 BTU
  • CARI satandard kapasitas AC yang >= 7500 BTU, standarnya sbb :

AC kapasitas 1/2 PK setara dengan 5000 BTU

AC kapasitas 3/4 PK setara dengan 7000 BTU

AC kapasitas 1 PK setara dengan 9000 BTU

  • Dari daftar STANDAR AC, didapatkan kalau yang mempunyai BTU >= 7500 adalah AC dengan kapasitas 1 PK, memang sih BTU yang dibutuhkan hanya sedikit di atas AC ¾ PK, tetapi jika tetap dipaksakan untuk membeli yang ¾ PK, bisa dipastikan kalau kemampuan pendinginannya tidak maksimal, jadi tetap DISARANKAN membeli yang 1 PK.

Pencarian dari Google:

luas keramik

SAYA MESTI BELI KERAMIK BERAPA DOS?

oleh : admin

Menghitung luas keramik kelihatannya sangat sederhana, tapi kadang-kadang apabila suatu saat kita salah perhitungan, ketika akan membeli keramik yang persis seperti yang kurang itu, seringkali kita mendapatkan tone warna/corak yang sedikit berbeda. Hal ini karena beda waktu pembuatan/pembakaran keramiknya.

Nah.. untuk mengantisipasi hal-hal yang demikian, ada sedikit tips yang berguna pada saat menghitung keramik ,hal ini sesuai dengan apa yang sering saya lakukan, misalnya untuk ukuran ruangan 5 m X 6 m :

  • Luas keramik yang dibutuhkan = 5m X 6m = 30 m2
    Ditambah 10% – 15% cadangan = 33m2 – 34.5m2 ~ dianggap 34m2
  • 34 m2 itu berapa pcs?…untuk menentukan butuhnya berapa pcs, itu tergantung ukuran keramiknya (1 dos kermik , hampir bisa dipastikan luasnya = 1m2 atau mendekati 1m2)
    keramik 25/40 1 dos = 1 m2 (10 pcs)  untuk 34 m2 perlu 34 dos
    keramik 30/30 1 dos = 0.99 m2 (11 pcs) untuk 34 m2 perlu 34 dos
    keramik 50/50 1 dos = 1 m2 (4 pcs) untuk 34 m2 perlu 34 dos

Untuk ukuran keramik yang lain bisa dihitung sendiri :

Jumlah keping per dos = 1 m2 : luas per keping keramik (m2)

(hasilnya dibulatkan kebawah).

Sebenarnya ada hitungan yang lebih teliti sbb :

  • Menggambar bersakala ukuran ruang yang akan dipasangi keramik, sekalian dengan garis-garis keramiknya sesuai skalanya. Juga disesuaikan dengan rencana arah pasang keramiknya. Ukuran aktual keramik juga sebaiknya diperhitungkan. (ukuran keramik 40/40, terkadang mempunyai ukuran aktual 40.2 cm / 40.2 cm )
  • Menghitung manual jumlah kepingan keramik, yang utuh berapa keping, yang potongan berapa keping.  Lalu jumlahkan.
  • Jumlah keseluruhan ditambah cadangan 5% – 10%.

Coba aja..

Ada yang punya pengalaman cara perhitungan yang lain? tulis aja di form komentar di bawah ini ya

Pencarian dari Google: